Sabtu, 31 Maret 2012
TIPS BERTENGKAR SEHAT ( BUAT YANG UDAH NIKAH COCOK BANGET) TAPI KLO BUAT YANG PACARAN NGINTIP AJA DECH KAYAK E HEHEHEHEHEHE
Tidak ada hubungan cinta yang terbebas dari pertengkaran. Meski tak bisa ditebak, suatu saat pasti akan ada selisih paham meskipun mereka saling mencintai.
Adanya pertengkaran yang berlarut-larut akan menimbulkan kebencian. Bahkan hal ini juga dapat menjadi pemicu berakhirnya suatu hubungan. Sebagai pasangan yang saling mencintai, terkadang ada kesalahan kecil yang dilakukan oleh pasangan, sengaja dibiarkan. Dan diam-diam dimaafkan dalam hati.
Namun ini bisa membawa dampak negatif pada hubungan. Karena kesalahan tersebut akan berulang dan rasa sakit di hati akan menumpuk. Jadi untuk mengantisipasi hal tersebut, ikuti tip di bawah ini:
Do:
1. Ungkapan semua isi hati yang dirasakan, termasuk ketika Anda sedang marah.
2. Ungkapan semua kesalahan yang dilakukan oleh pasangan.
3. Katakan keinginan dan harapan setelah pertengkaran terjadi.
4. Jelaskan dengan gamblang, apa yang harus pasangan Anda lakukan untuk tak menyakiti hati Anda lagi.
5. Berikan dia kesempatan untuk membela diri dan alasan-alasan mengapa dapat membuat Anda marah.
Don't:
1. Jangan bersikap emosional dan berlebihan.
2. Jangan melampiaskan amarah dengan membanting barang-barang di sekitar Anda.
3. Hindari untuk mengunkit masa lalu, karena itu akan membuat pasangan Anda merasa terpojok.
4. Hindari sikap egois atau menang sendiri.
5. Jangan mengucapkan kata-kata yang meungkin Anda seselai setelah pertikaian seperti kata "putus"
http://ibenbasyaiban.blogspot.com/
Jumat, 30 Maret 2012
iben best seller: CARA MENGATASI MENDEKUR ( NGOROK )
iben best seller: CARA MENGATASI MENDEKUR ( NGOROK ): Mendengkur tak hanya berisik dan mengganggu teman tidur. Gangguan tidur akibat penyempitan saluran pernapasan ini juga berpotensi memicu ma...
CARA MENGATASI MENDEKUR ( NGOROK )
Mendengkur tak hanya berisik dan mengganggu teman tidur. Gangguan tidur akibat penyempitan saluran pernapasan ini juga berpotensi memicu masalah kesehatan serius, bahkan dalam kasus tertentu bisa memicu kematian.
Ketika tidur, bagian belakang tenggorokan menyempit ke bawah sehingga tanpa sadar akan menggetarkan jaringan sekitar saar kita mengambil napas. Namun, ada pula yang getaran terjadi akibat penyempitan jalan napas di daerah mulut atau hidung.
Pakar gangguan tidur dari Rumah Sakit St George Sidney Australia, Dr. Peter Cistulli, mengatakan, penyempitan saluran pernafasan mengakibatkan suplai oksigen ke seluruh tubuh terhambat.
Ada dua tingkatan mendengkur. Pertama, sindrom resistensi saluran napas bagian atas, di mana ada perlawanan aliran udara yang membuat penurunan kadar oksigen. Kedua, sindrom sleep apnea-hypopnea obstruktif, di mana terjadi peningkatan resistensi yang membuat asupan oksigen semakin berkurang dan seringkali membuat kita bangun.
Bagaimana menghentikannya? Yang utama adalah perhatikan kualitas tidur. Bisa dengan membiasakan olahraga secara teratur untuk mengurangi lemak tubuh, hindari konsumsi obat sebelum tidur, dan lakukan relaksasi otot. Biasakan pula tidur pada waktu yang teratur setiap malam dengan durasi cukup.
Lakukan pula latihan berikut untuk mengurangi intensitas dengkuran:
- Katakan a-e-i-o-u dengan keras tiga kali sehari.
- Tutup mulut dan kerutkan bibir. Tahan selama 30 detik.
- Dengan mulut terbuka, gerakkan rahang ke kanan dan tahan selama 30 detik. Ulangi ke arah kiri.
- Dengan mulut terbuka, kontraksikan otot di bagian belakang tenggorokan berulang selama 30 detik.
DIET NIKMAT DENGAN MAKAN COKLAT
Kalau biasanya Anda takut gemuk jika makan cokelat, nampaknya pola pikir tersebut harus diubah. Menurut para peneliti, konsumsi cokelat secara rutin justru akan membuat tubuh menjadi langsing.
Meski cokelat mengandung kalori lebih banyak dari makanan lainnya, tetapi mereka yang mengonsumsinya secara teratur justru memiliki lemak tubuh lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak.
Seperti dilansir dari Daily Mail, para peneliti menduga kalori yang terdapat di dalam cokelat adalah kalori yang tidak biasa. Bahan-bahan dalam cokelat dapat membuat metabolisme tubuh bekerja lebih cepat sehingga mengimbangi kadar lemak yang ada di dalam tubuh.
Hasilnya, efek metabolisme tersebut menjadikan cokelat sebagai makanan diet yang baik. "Temuan kami menambahkan informasi yang mengatakan kalau komposisi kalori, bukan jumlahnya, berdampak positif pada berat badan," ujar pemimpin penelitian Dr Beatrice Golomb, dari Universitas California, San Diego.
Para ilmuwan meneliti kebiasaan makan cokelat dari 972 pria dan wanita dengan usia rata-rata 57 tahun untuk pengujian statin, obat penurun kolesterol.
Para responden tidak memiliki masalah jantung, dan diminta untuk mererapkan gaya hidup dan pola makan sehat. Seberapa sering konsumsi cokelat, Body Mass Index (BMI), juga dicatatkan.
Ternyata, mereka yang rutin mengonsumsi cokelat setiap minggu memiliki BMI yang rendah dibanding mereka yang tidak.
Ini terlepas dari kenyataan bahwa lazimnya orang mengonsumsi cokelat tidak memakan kalori lebih rendah atau berolahraga. Faktanya, mereka makan lebih banyak. Konsumsi cokelat berhubungan dengan asupan lemak jenuh yang lebih besar dari sumber makanan lain.
Namun sayangnya, penelitian ini tidak melihat produk cokelat dan seberapa banyak cokelat yang harus diasup. Artinya, belum ada bukti mengatakan bahwa banyaknya cokelat akan berpengaruh pada tinggi-rendahnya BMI.
Para peneliti pun mengingatkan penelitian ini mungkin tidak berlaku pada semua produk mengandung cokelat, bahkan berat badan bisa bertambah kalau cokelat terlalu sering dikonsumsi.
Namun, hasil penelitian dipublikasikan oleh jurnal Archives of Internal Medicine ini membenarkan penelitian sebelumnya yang mengatakan kalau zat kimia yang ditemukan di dalam cokelat memiliki manfaat positif terhadap tikus percobaan, termasuk mempercepat metabolisme.
Epicatechin, salah satu bahan kimia yang berasal dari kakao, telah terbukti meingkatkan jumlah mitrokondria, sel dalam tubuh yang berfungsi mengolah energi. Mitokondria membakar kalori dan epicatechin mengurangi berat badan tikus yang asupan kalori dan tingkat olahraganya tidak diubah. Antioksidan theobromin juga menjadi stimulan.
Penelitian lain menemukan manfaat coklat sebagai penurun risiko penyakit jantung dan stroke, serta menurunkan tekanan darah, dan menurunkan risiko diabetes.
M,AKANAN PENURUN DARAH TINGGI
Tekanan darah tinggi atau hipertensi tergolong silent killer, penyakit yang tak menunjukkan gejala kritis hingga serangan fatal terjadi. Kondisi ini biasanya berhubungan penyakit kardiovaskuler seperti gangguan jantung dan stroke.
Jangan remehkan tekanan darah tinggi. Lakukan kebiasaan hidup sehat dengan olahraga teratur dan konsumsi makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Berikut di antaranya.
1. Kismis
Studi Louisville Metabolic and Atherosclerosis Research Center baru-baru ini menunjukkan bahwa ngemil kismis tiga kali sehari bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi. Meski mereka belum yakin mekanisme kismis menurunkan tekanan darah, namun mereka memperlihatkan kandungan gizi kismis yang kaya kalium, zat antioksidan, serat, polifenol, dan asam fenolat.
2. Kiwi
Penelitian yang dipresentasikan di pertemuan American Heart Association akhir tahun lalu menunjukkan bahwa konsumsi kiwi setiap hari bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi secara alami. Kandungan lutein kiwi yang memiliki efek antioksidan berperan menurunkan tekanan darah sistolik.
3. Pisang
Studi pada 2005 yang dipublikasikan di jurnal Hypertension menemukan efek penurunan tekanan darah dari makanan yang kaya kandungan potasium, seperti pisang. Hasil penelitian ini telah diperkuat dengan sejumlah studi lanjutan yang menunjukkan manfaat pisang dalam membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
4. Semangka
Tak hanya memberikan efek segar, semangka mengandung sejumlah nutrisi seperti serat, likopen, vitamin A, dan potasium. Studi Florida State University menunjukkan bahwa semangka juga mengandung asam amino L-citrulline/L-arginine, yang memberi efek menurunkan tekanan darah tinggi.
5. Kentang ungu
Penelitian kecil yang dipresentasikan dalam pertemuan American Chemical Society tahun lalu menunjukkan, kentang ungu memiliki efek sama baiknya dengan oatmeal dalam membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Penelitian dilakukan dengan meminta partisipan mengonsumsi kentang ungu selama sebulan tanpa mengupas kulitnya.
6. Tahu
Konsumsi tahu atau produk kedelai lainnya, seperti kacang kedelai, miso, edamame, tempe, dan susu kedelai, berkaitan dengan penurunan tekanan darah. Studi yang dipresentasikan di pertemuan tahunan American College of Cardiology menemukan kandungan isoflavon dalam kedelai yang memainkan peran penting dalam penurunan tekanan darah sistolik.
7. Cokelat
Review studi yang dipublikasikan di jurnal BMC Medicines menunjukkan bahwa kandungan flavanol cokelat berperan memicu pelebaran pembuluh darah, di mana kondisi ini pada gilirannya akan menurunkan tekanan darah. "Flavanol telah terbukti meningkatkan pembentukan nitric oxide endotel, yang mendukung penurunan tekanan darah," kata peneliti dari Universitas Adelaide, Dr Karin Ried.
Jangan remehkan tekanan darah tinggi. Lakukan kebiasaan hidup sehat dengan olahraga teratur dan konsumsi makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Berikut di antaranya.
1. Kismis
Studi Louisville Metabolic and Atherosclerosis Research Center baru-baru ini menunjukkan bahwa ngemil kismis tiga kali sehari bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi. Meski mereka belum yakin mekanisme kismis menurunkan tekanan darah, namun mereka memperlihatkan kandungan gizi kismis yang kaya kalium, zat antioksidan, serat, polifenol, dan asam fenolat.
2. Kiwi
Penelitian yang dipresentasikan di pertemuan American Heart Association akhir tahun lalu menunjukkan bahwa konsumsi kiwi setiap hari bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi secara alami. Kandungan lutein kiwi yang memiliki efek antioksidan berperan menurunkan tekanan darah sistolik.
3. Pisang
Studi pada 2005 yang dipublikasikan di jurnal Hypertension menemukan efek penurunan tekanan darah dari makanan yang kaya kandungan potasium, seperti pisang. Hasil penelitian ini telah diperkuat dengan sejumlah studi lanjutan yang menunjukkan manfaat pisang dalam membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
4. Semangka
Tak hanya memberikan efek segar, semangka mengandung sejumlah nutrisi seperti serat, likopen, vitamin A, dan potasium. Studi Florida State University menunjukkan bahwa semangka juga mengandung asam amino L-citrulline/L-arginine, yang memberi efek menurunkan tekanan darah tinggi.
5. Kentang ungu
Penelitian kecil yang dipresentasikan dalam pertemuan American Chemical Society tahun lalu menunjukkan, kentang ungu memiliki efek sama baiknya dengan oatmeal dalam membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Penelitian dilakukan dengan meminta partisipan mengonsumsi kentang ungu selama sebulan tanpa mengupas kulitnya.
6. Tahu
Konsumsi tahu atau produk kedelai lainnya, seperti kacang kedelai, miso, edamame, tempe, dan susu kedelai, berkaitan dengan penurunan tekanan darah. Studi yang dipresentasikan di pertemuan tahunan American College of Cardiology menemukan kandungan isoflavon dalam kedelai yang memainkan peran penting dalam penurunan tekanan darah sistolik.
7. Cokelat
Review studi yang dipublikasikan di jurnal BMC Medicines menunjukkan bahwa kandungan flavanol cokelat berperan memicu pelebaran pembuluh darah, di mana kondisi ini pada gilirannya akan menurunkan tekanan darah. "Flavanol telah terbukti meningkatkan pembentukan nitric oxide endotel, yang mendukung penurunan tekanan darah," kata peneliti dari Universitas Adelaide, Dr Karin Ried.
Kamis, 29 Maret 2012
PENDIDIKAN KARAKTER BAGI MAHASISWA ( BIAR TIDAK SELALU ANARKI )
Pendidikan karakter di beberapa negara sudah mendapatkan prioritas sejak pendidikan dasar dimulai.
Namun di Indonesia, pendidikan karakter masih dipandang sebagai wacana dan belum menjadi bagian yang
terintegrasi dalam pendidikan formal. Artikel ini membahas tentang pentingnya pendidikan karakter dalam
sistem pendidikan formal. Dimulai dengan melihat contoh manfaat pendidikan karakter di negara lain
seperti Amerika dan Cina. Kemudian, dilanjutkan dengan usaha-usaha yang dilakukan oleh Jurusan Teknik
Industri UK Petra untuk merancang pendidikan karakter yang sistematis dan terintegrasi dalam kurikulum
bagi mahasiswa sebagai persiapan menuju ke dunia kerja. Usaha tersebut antara lain penetapan pendidikan
karakter sebagai salah satu rencana strategis jurusan, penetapan tim, perancangan dan pelaksanaan program
pendidikan karakter, evaluasi, serta usaha perbaikan terus menerus.
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (UU No 20 Tahun 2003). Selanjutnya disebutkan bahwa fungsi dan tujuan pendidikan nasional sebagai berikut :
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab”.
Amanat UU No 20 Tahun 2003 sangat jelas bahwa pendidikan pada hakekatnya adalah mengembangkan potensi diri peserta didik menjadi kemampuan dengan dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan, kepribadian, akhlak mulia, dan kemandirian. Dengan demikian, pendidikan mempunyai peran yang strategis dalam membangun karakter mahasiswa. Mahasiswa sebagai peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan satuan pendidikan tertentu. Oleh karena mahasiswa merupakan subyek didik di pendidikan tinggi, maka dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut diperlukan pembimbingan kemahasiswaan yaitu pembimbingan seluruh kegiatan mahasiswa sebagai peserta didik selama dalam proses pendidikan.
Mahasiswa merupakan asset bangsa, sebagai intelektual muda calon pemimpin masa depan. Sehubungan dengan hal tersebut Direktur Jendral Pendidikan Tinggi pada pengarahan Rakornas Bidang Kemahasiswaan Tahun 2011, menegaskan bahwa pembimbingan mahasiswa diprioritaskan pada:
1. Pengembangan kemampuan intelektual, keseimbangan emosi, dan penghayatan spritual mahasiswa, agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab serta berkontribusi pada daya saing bangsa.
2. Pengembangan mahasiswa sebagai kekuatan moral dalam mewujudkan masyarakat madani yang demokratis, berkeadilan, dan berbasis pada partisipasi publik.
3. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana untuk mendukung pengembangan dan aktualisasi diri mahasiswa; kognisi, personal, sosial.
Bila diperhatikan arah pembimbingan mahasiswa tersebut adalah pembentukan kapasitas dan jati diri mahasiswa yang antara lain diwujudkan dalam sikap, perilaku, kepribadian, dan karakter yang terpuji.
Pendidikan mempunyai peranan yang strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu masyarakat menaruh harapan dan perhatian yang besar terhadap pendidikan. Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap keberhasilan proses pendidikan, telah mencanangkan visinya yaitu “untuk menghasilkan insan yang cerdas secara koprehensif dan kompetitif”. Menyikapi visi Depdiknas tersebut perguruan tinggi (PT) dituntut responsif dalam melakukan pembinanan terhadap mahasiswa. Untuk menghasilkan lulusan PT yang cerdas dan kompetitif diperlukan perhatian terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya. Dalam konteks pembelajaran, faktor pendidik, peserta didik, sarana prasarana, dan lingkungan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar. Pembelajaran tidak hanya membekali pengetahuan dan ketrampilan, tetapi yang lebih mendasar adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi kemampuan. Mahasiswa sebagai peserta didik mempunyai berbagai ragam potensi, untuk mengembangkannya membutuhkan pembinaan secara kontinue dan ketersediaan sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung lainnya. Untuk mengembangkan potensi mahasiswa tersebut, UNY berusaha menyediakan sarana dan prasarana yang memadahi sebagai sarana mengembangkan iklim akademik (academic atmosfir) di kampus, menyediakan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi informasi (IT), menyediakan sarana dan prasarana untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Sarana dan prasarana dilengkapi dengan fasilitas yang cukup memadahi dan dapat diakses oleh mahasiswa malalui wadah Unit-Unit kegiatan mahasiswa (UKM) olahraga, seni, dan minat khusus. Semua fasilitas tersebut dapat diakses setiap saat bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan potensinya di bidang olahraga, seni, dan minat khusus.
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai perguruan tinggi pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) mempunyai peran yang sangat strategis dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia, mengingat untuk menghasilkan sumber daya yang berkualitas diperlukan tenaga pendidik yang profesional. Tenaga pendidik yang profesional adalah tenaga pendidik yang telah memenuhi atau menguasai standar kompetensi tenaga pendidik, yaitu (1) kompetensi pedagogik, tenaga pendidik dituntut menguasai prinsip-prinsip pendidikan dan peserta didik, (2) kompetensi kepribadian, seorang tenaga pendidik harus mempunyai kepribadian yang kuat, disiplin, jujur, dan mempunyai komitmen yang tinggi, (3) kompetensi sosial, seorang tenaga pendidik harus mampu dan mau berkomunikasi dengan siapa saja, baik dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat, (4) kompetensi profesional, seorang tenaga pendidik harus menguasai materi sesuai dengan bidang studi yang diajarkan.
B. Sasaran Pembinaan Kegiatan Kemahasiswaan
Sebagai institusi LPTK, UNY mempunyai kewajiban membekali mahasiswa agar setelah lulus mempunyai kompetensi sebagaimana dipersyaratkan tenaga pendidik profesional. Untuk memenuhi hal tersebut UNY telah merumuskan visinya, yaitu menghasilkan insan yang bernurani, mandiri, dan cendekia. Untuk mewujudkan visi cendekia dilakukan melalui kegiatan kurikuler atau kegiatan akademik sesuai dengan bidang studinya, sedangkan untuk mewujudkan visi bernurani dan mandiri, selain kegiatan terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran atau ko kurikuler, juga dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Agar kegiatan-kegiatan tersebut dapat memenuhi harapan, maka telah dirancang program pembinaan kemahasiswaan untuk lima tahun kedepan. Sasaran pembinaan kemahasiswaan diarahkan pada (1) pembentukan sikap dan jati diri mahasiswa sebagai insan akademik yang memahami etika, tatacara berkomunikasi, menggunakan nalar, serta memahami hak dan kewajibannya sebagai warga kampus maupun warna negara Indonesia, (2) pengembangan kegiatan kemahasiswaan menuju pada peningkatan moral, penalaran, kreativitas, menumbuhkan daya saing dan entrepreunership, peningkatan kebugaran, sportivitas dan kepedulian sosial, (3) pengembangan organisasi kemahasiswaan yang demokratis dan efektif. Melalui pembinaan tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan UNY yang mempunyai kemampuan akademik bagus dan mempunyai kepribadian serta karakter yang unggul.
Untuk menjamin kelangsungan pembinaan dan pembimbingan kegiatan kemahasiswaan diperlukan wadah yang memenuhi unsur legalitas. Wadah pembinaan tersebut mengacu pada Kepmen No 155/U/1998, pasal 1 yang menyebutkan bahwa organisasi kemahasiswaan (Ormawa) intra-perguruan tinggi adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi. Selanjutnya disebutkan fungsi ormawa adalah sebagai:
1. Perwakilan mahasiswa tingkat PT untuk menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa, menetapkan garis-garis besar program dan kegiatan kemahasiswaan.
2. Pelaksana kegiatan kemahasiswaan.
3. Pengembangan potensi jatidiri mahasiswa sebagai insan akademi, calon ilmuwan dan intelektual yang berguna di masa depan.
4. Pengembangan pelatihan keterampilan organisasi, manajemen, dan kepemimpinan mahasiswa.
5. Pembinaan dan pengembangan kader-kader bangsa yang berpotensi dalam melanjutkan kesinambungan pembangunan nasional.
6. Untuk memelihara dan mengembangkan ilmu dan teknologi yang dilandasi oleh norma-norma agama, akademis, etika, moral, dan wawasan kebangsaan.
Malalui wadah ormawa mahasiswa dapat mengembangkan potensi dirinya melalui berbagai aktivitas dalam rangka pengembangan kreativitas, penalaran, kepempimpinan, dan pengabdian pada masyarakat. Implementasi pembinaan kemahasiswaan tersebut dilakukan melalui wadah organisasi yang berorientasi pada tata kelola, kepemimpinan, dan managerial. Yang termasuk organisasi ini adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Majlis Permusyawaratan Mahasiswa (DPM). Sedangkan wadah untuk mengembangkan potensi diri mahasiswa dilakukan melalui organisasi pengembangan kemahasiswaan bakat, minat, kegemaran, dan kesejahteraan yaitu melalui organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Sampai saat ini UKM yang tersedia di UNY meliputi; (1) UKM Penalaran (terdiri dari UKM penelitian, bahasa asing, penerbitan mahasiswa Ekspresi, penyiaran mahasiswa Magenta), (2) UKM Seni (UKM Kamasetra, UKM Unstrat, UKM Paduan suara, dan UKM Sigma Band), (3) UKM Olahraga (sepakbola, bola basket, tenis lapangan, tenis meja, bulu tangkis, atletik, sepak takraw, soft ball, catur, tae kwon do, karate, pencak silat, yudo, marching band, bola volley, futsal, panahan), UKM Minat Khusus (KSR-PMI, pramuka, resimen mahasiswa, pecinta alam Madawirna).
Pada dasarnya kegiatan dalam program pengembangan kemahasiswaan dapat dikelompokkan atas (Polbangmawa, 2005):
1. Penalaran dan Keilmuan.
Program dan kegiatan kemahasiswaan yang bertujuan menanamkan sikap ilmiah, merangsang daya kreasi dan inovasi, meningkatkan kemampuan meneliti dan menulis karya ilmiah, pemahaman profesi, dan kerjasama dalam tim, baik pada perguruan tingginya maupun antar perguruan tinggi di dalam dan di luar negeri.
2. Bakat, Minat, dan Kemampuan
Program dan kegiatan kemahasiswaan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam manajemen praktis, berorganisasi, menumbuhkan aspirasi terhadap olahraga dan seni, kepramukaan, belanegara, cinta alam, jurnalistik, dan bakti sosial.
3. Kesejahtaraan
Program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik, mental, dan kerochanian mahasiswa. Kegiatan ini dapat berbentuk; beasiswa, asrama mahasiswa, kantin mahasiswa, koperasi mahasiswa, poliklinik, dan kegiatan lain yang sejenis.
4. Kepedulian Sosial
Program yang bertujuan untuk meningkatkan pengabdian pada masyarakat, menanamkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, menumbuhkan kecintaan kepada tanah air dan lingkungan, kesadaran kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang bermartabat.
Pembinaan kemahasiswaan membutuhkan komitmen yang tinggi, serta kerjasama antar pengelola, pembina, dan mahasiswa. Pengalaman dilapangan menunjukkan bahwa mahasiswa mempunyai varian yang cukup besar ditinjau dari minat, motivasi, dan potensi yang dimilikinya. Oleh karena itu diperlukan penyamaan visi, penyatuan langkah, kecepatan dan ketepatan dalam bertindak baik organisasi kemahasiswaan (ormawa) maupun unit kegiatan mahasiswa (UKM). Kondisi semacam ini harus disadari oleh setiap Pembina kemahasiswaan karena mahasiswa dalam konteks beraktivitas dan berorganisasi masih dalam ranah belajar, mereka memerlukan pendampingan dan bimbingan. Menghadapi hal ini dibutuhkan kearifan dan kesabaran para pembina, pendamping, dan pengelola kemahasiswaan. Sebab organisasi kemahasiswaan yang berada di dalam kampus pada dasarnya mahasiswa sedang dalam konteks belajar berorganisasi. Mahasiswa dalam konteks belajar berorganisasi berupaya mengelola organisasi mempunyai komitmen dan semangat untuk belajar secara menerus, meningkatkan dirinya untuk memperoleh dan menggunakan pengetahuan demi keberhasilan bersama. Dalam konteks organisasi belajar, juga memberdayakan sumber daya manusia di dalam dan sekitarnya, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan proses belajar dan produktivitasnya. Sebagai warga kampus maupun anggota organisasi intra kampus, mahasiswa dalam melakukan aktivitasnya tidak lepas dari aturan-aturan yang telah disepakati bersama. Ada lima komponen yang saling terkait menentukan keberhasilan suatu organisasi belajar di dalam kampus, yaitu (Peter Senge, 1996):
1. Shared vision (visi bersama), adanya visi-misi-tujuan hasil kesepakatan bersama yang dirumuskan dan difahami oleh semua warga kampus. Oleh karenanya untuk menuju Universitas yang mengedepankan karakter, UNY harus mengembangkan visi misi bersama. Visi UNY yang ada selama ini jangan sampai hanya berupa pernyataan visi (statement of vision) belaka, tetapi hendaknya menjadi visi bersama (shared vision).
2. System thinking (berfikir sistem), UNY sebagai perguruan tinggi yang cukup besar (dengan jumlah mahasiswa 35.000-an orang), merupakan organisasi yang terdiri dari unit-unit kerja Fakultas, Pascasarjana, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK), Biro Administrasi Akdemik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Sistem Informasi (BAKPSI) dalam melakukan aktivitasnya mendasarkan pada sistem yang telah disepakati bersama. Dengan demikian setiap unit kerja termasuk organisasi kemahasiswaan (ormawa) aktivitasnya harus sejalan dan seiring dengan visi dan misi Universitas.
3. Personal mastery (SDM yang berkualitas), setiap warga UNY, dosen, karyawan, mahasiswa dituntut untuk mengembangkan diri sesuai dengan tuntutan tugas pokok dan fungsinya. Dalam konteks pengembangan pendidikan karakter, telah dilakukan berbagai program antara lain; tutorial pendidikan agama bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah pendidikan agama, seminar internasional, mendatangkan dosen tamu, peningkatan kemampuan bahasa asing bagi mahasiswa, pengiriman mahasiswa, dosen, dan karyawan ke beberapa negara, pengiriman studi lanjut dalam dan luar negeri, dan pelatihan dalam rangka meningkatkan kemampuan yang mendukung pelaksanaan tugas.
4. Mental models (model mental), cara berfikir atau mind set dan perilaku setiap warga UNY harus dapat menjadi model bagi yang lain. Dalam rangka pengembangan karakter setiap warga UNY harus memiliki mental dan kepribadian yang dapat diterima secara universal. Budaya bersih, rapi, sopan dan santun, disiplin waktu, obyektif, berfikir terbuka dan ingin terus maju, merupakan contoh mentalitas dan kepribadian yang harus dikembangkan sehingga menjadi budaya milik bersama warga kampus.
5. Team learning (belajar bersama), setiap warga UNY harus selalu berusaha bersama untuk meningkatkan profesionalitas dan produktivitas kerja. Budaya saling kerjasama, bahu membahu dalam melaksanakan tugas, saling percaya diantara sesama warga UNY, budaya belajar harus dikembangkan sehingga tercipta iklim akademik yang kondusif. Ibarat sebuah kesebelasan sepak bola, tujuannya adalah memenangkan pertandingan dengan mencetak goal sebanyak-banyaknya melalui permainan yang taktis dan cantik. Tetapi, di dalam kesebelasan ada kiper, penyerang, gelandang dan pertahanan yang masing-masing mempunyai peran dan fungsi, tetapi sebagai kesebelasan harus mampu bekerjasama sebagai sebuah tim, demikian halnya dengan lembaga pendidikan sebagaimana Universitas Negeri Yogyakarta.
C. Kegiatan Kemahasiswaan sebagai Sarana Pendidikan Karakter Mahasiswa.
Perhatian Pemerintah terhadap pengembangan pendidikan karakter sangat besar, hal ini ditunjukkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono pada puncak acara Hardiknas 2010, memberikan penghargaan kepada para guru yang telah berhasil mengembangkan dan melaksanakan pendidikan karakter di sekolahnya. Pada kesempatan yang sama Mendiknas M. Nuh mengatakan bahwa pendidikan karakter sangat penting, beliau mengungkapkan bahwa pendidikan karakter sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa, karakter yang dijiwai nilai-nilai luhur bangsa. Apa yang dikatakan Mendiknas tersebut sangat mendasar, mengingat bangsa yang berkarakter unggul, di samping tercermin dari moral, etika dan budi pekerti yang baik, juga ditandai dengan semangat, tekad, dan energi yang kuat. Untuk mencapai kondisi yang demikian diperlukan kebersamaan pola berfikir dan bertindak dari semua elemen bangsa. Hal tersebut sulit diwujudkan jika tidak disertai dengan komitmen yang kuat.
Kondisi riel saat ini karakter bangsa Indonesia semakin lemah, hal ini dapat dilihat makin banyak gejala penyalahgunaan kewenangan, kekuasaan, kecurangan, kebohongan, ketidakjujuran, ketidakadilan, ketidakpercayaan. Penegak hukum yang semestinya harus menegakkan hukum, ternyata harus dihukum; para pejabat yang seharusnya melayani masyarakat, malah minta dilayani; anak didik kita kurang percaya diri dalam menghadapi setiap persoalan, ini sebagian fenomena yang kita hadapi sehari-hari, dan ini semua bersumber dari karakter. Anis Matta (2002) mensinyalir terjadinya krisis karakter tersebut antara lain disebabkan oleh (a) hilangnya model-model kepribadian yang integral, yang memadukan keshalihan dengan kesuksesan, kebaikan dengan kekuatan, kekayaan dengan kedermawanan, kekuasaan dengan keadilan, kecerdasan dengan kejujuran, (b) munculnya antagonisme dalam pendidikan moral, sementara sekolah mengembangkan kemampuan dasar individu untuk menjadi produktif, sementara itu pula media massa mendidik masyarakat menjadi konsumtif.
Kondisi tersebut menyadarkan akan pentingnya pendidikan karakter khususnya bagi mahasiswa sebagai calon-calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Menyadari akan pentingnya pendidikan karakter tersebut, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai lembaga pendidikan tinggi kependidikan merasa terpanggil untuk mengembangkan dan mengimplementasikan pendidikan karakter bagi mahasiswa. Hal ini tercermin pada tema Dies Natalis ke 47 UNY tahun 2011 ini adalah “pendidikan karakter untuk semua”. Tema tersebut menggambarkan semangat UNY untuk mengembangkan pendidikan karakter bagi mahasiswa sebagai landasan untuk pengembangan UNY kedepan.
Implementasi pendidikan karakter bagi mahasiswa UNY dilakukan secara terintegrasi pada kegiatan kurikuler (melalui perkuliahan dibawah koordinasi bidang akademik), kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler (dibawah koordinasi bidang kemahasiswaan). Pelaksanaan pendidikan karakter mengacu pada pedoman implementasi pendidikan karakter dan pengembangan kultur UNY tahun 2010, bahwa pendidikan karakter bersifat komprehensip, sistemik, dan didukung oleh kultur yang positif serta fasilitas yang memadahi. Nilai-nilai target yang diintegrasikan dalam proses perkuliahan meliputi: (1) taat beribadah, (2) jujur, (3) bertanggungjawab, (4) disiplin, (5) memiliki etos kerja, (6) mandiri, (7) sinergis, (8) kritis, (9) kreatif dan inovatif, (10) visioner, (11) kasih sayang dan peduli, (12) ikhlas, (13) adil, (14) sederhana, (15) nasionalisme, dan (16) internasionalisme. Strategi pengintegrasian pendidikan karakter dalam proses perkuliahan dilakukan bervariasi, disesuaikan dengan ciri khas mata kuliah. Pencapaian target nilai-nilai yang dikembangkan tersebut dilakukan secara bertahap.
Pentahapan pencapaian target nilai-nilai tersebut adalah:
1. Tahap Pengenalan, sasaran pada tahap ini adalah mahasiswa pada Semester I-II. Pada tahap ini program utama adalah succes skill yang berupa kegiatan yang bertujuan untuk memberikan motivasi pada mahasiswa, yang baru saja lepas dari masa pendidikaan di sekolah lanjutan ke jenjang perguruan tinggi. Materi yang diberikan berisi pengenalan diri, pengenalan nilai-nilai moral, kepribadian, dan metode belajar di perguruan tinggi.
2. Tahap Penyadaran, sasaran pada tahap ini adalah mahasiswa pada Semester III-IV. Pada tahap ini program utama adalah pengembangan kreativitas mahasiswa. Kegiatan dilakukan melalui organisasi kemahasiswaan baik tingkat universitas, fakultas, jurusan/program studi, dan melalui unit-unit kegiatan mahasiswa. Melalui kegiatan-kegiatan ini mahasiswa diharapkan tumbuh kesadarannya akan pentingnya membekali diri dengan berbagai kemampuan untuk menghadapi masa depan yang penuh kompetitif.
3. Tahap Pertumbuhan, sasaran pada tahap ini adalah mahasiswa semester V-VI. Program utama pada tahap ini adalah kegiatan-kegiatan yang berdampak pada pengembangan jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, dan peningkatan produktivitas dengan inovasi-inovasi baru.
4. Tahap Pendewasaan, target sasaran pada tahap ini adalah mahasiswa semester VII-VIII. Program utama diarahkan pada pembentukan sikap dan kesiapan mahasiswa setelah lulus untuk memasuki lapangan kerja atau menciptakan peluang kerja, kegiatannya berupa pelatihan/workshop sukses meraih peluang kerja, pengembangan karir, job hunting, dsb.
Pentahapan program pembinaan kemahasiswaan tersebut diharapkan dapat menjangkau sasaran seluruh mahasiswa baik melalui kegiatan kurikuler, kokurikuler maupun kegiatan ekstra kurikuler. Dengan demikian ada keterpaduan secara sinergis antara kegiatan kurikuler, kokurikuler, maupun ekstra kurikuler. Melalui pembinaan kemahasiswaan secara berkelanjutan diharapkan lulusan UNY mempunyai bekal kemampuan akademik, kepribadian yang kuat, jiwa kemandirian, serta kemampuan-kemampuan lain (soft skill) yang menjadi ciri kepribadian yang mempunyai karakter bagus.
Secara rinci kegiatan kemahasiswaan dalam rangka implementasi Pendidikan Karakter dapat dijelaskan berikut INI.
1. Implementasi Pendidikan Karakter bagi Mahasiswa
No Jalur kegiatan Jenis kegiatan
1 Kurikuler Terintegrasi melalui perkuliahan
2 Kokurikuler Kegiatan terprogram dan terstruktur:
1. Succes skill (ESQ training, OSPEK)
2. Tutorial Pendidikan Agama
3. Creativity training
4. Leadership training
5. Entrepreneurship training
3 Ekstrakurikuler
Kegiatan yang dirancang untuk mengembangkan bakat, minat, dan kegemaran mahasiswa:
1. Penalaran
2. Olahraga
3. Seni
4. Minat khusus
Implementasi pendidikan karakter melalui kegiatan kokurikuler dilakukan secara terstruktur dan terprogram melalui, tahapan-tahapan yaitu
(1) pelatihan Emotional Spiritual Question (ESQ) yang diikuti oleh seluruh mahasiswa tahun pertama, kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan ESQ 165 Center dibawah pimpian DR (HC) Ari Ginanjar. ESQ dilaksanakan sejak tahun 2008, kegiatan dilakukan 2 hari dengan materi pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan social. Dengan pelatihan ESQ diharapkan mahasiswa mempunyai pemahaman tentang makna kehidupan bagi manusia,
(2) tutorial agama, setiap mahasiswa yang mengambil mata kuliah agama, diberi kesempatan untuk mendalami pemahaman materi kuliah melalui tutorial yang dilakukan olah mahasiswa senior dibawah koordinasi dosen pendidikan agama. Melalui kegiatan tutorial ini diharapkan setiap mahasiswa mempunyai pemahaman yang mendalam terhadap keyakinannya, sehingga diharapkan mahasiswa dapat melaksanakan ibadahnya sesuai dengan agama yang dianutnya secara baik. Dengan demikian mahasiswa akan selalu diingatkan agar menjalankan syariat agamanya sehingga tercapai keseimbangan antara kebutuhan intelektual dan spiritualnya.
(3) pelatihan kreativitas dilaksanakan pada tahun kedua. Pelatihan kreativitas dimaksudkan untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa melalui berbagai aktivitas dan kegiatan. Implementasi pelatihan kreativitas dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan seminar, penelitian mahasiswa, penerbitan mahasiswa, olimpiade IPA, debat bahasa Inggris, kontes robot, dan kegiatan lain yang diselenggarakan oleh Unit-unit kegiatan mahasiswa, baik seni, olahraga, dan penalaran.
(4) pelatihan kepemimpinan dilaksanakan pada tahun ketiga, bentuk pelatihannya antara lain latihan ketrampilan manajemen mahasiswa (LKMM), implementasi pelatihan kepemimpinan ini dapat dilakukan mahasiswa melalui berbagai organisasi intra universitas yang ada di UNY. Melalui organisasi tersebut mahasiswa dapat melakukan praktek-praktek kepemimpinan selama satu periode kepengurusannya.
(5) pelatihan kewirausahaan dilaksanakan pada tahun keempat. Setelah mengikuti pelatihan kewirausahaan, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengajukan proposal kegiatan wirausaha yang dananya dari hibah program mahasiswa wirausaha (PMW). Melalui program PMW mahasiswa melakukan praktek-praktek wirausaha sesuai dengan potensi yang ada pada dirinya dan potensi pasar.
D. Nilai-nilai Karakter yang Dibagun melalui kegiatan Kemahasiswaan
Pelatihan ESQ diharapkan akan menanamkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, tanggungjawab, kerjasama, keadilan, dan kepedulian. Tutorial pendidikan agama menanamkan nilai-nilai ketaqwaan, keimanan, kepatuhan, kejujuran, tanggungjawab, komitmen, dan disiplin. Sedangkan pelatihan kreativitas diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai kreatif, motivasi, berfikir kritis, keingintahuan, dan keberanian untuk pampil beda. Pelatihan kepemimpinan bagi mahasiswa menanamkan nilai-nilai tanggungjawab, disiplin, keteladanan, dan kejujuran, sedangkan pelatihan kewirausahaan diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keuletan, kecermatan, pantang menyerah, dan kemandirian.
Kegiatan ekstrakurikuler untuk memberikan kesempatan pembinaan dan pengembangan potensi mahasiswa. Wadah kegiatan mahasiswa melalui jalur ekstrakurikuler berupa organisasi kemahasiswaan (Ormawa) dan Unit-unit kegiatan mahasiswa (UKM). Ormawa untuk mengembangkan minat mahasiswa pada aspek tata kelola organisasi, kepemimpinan, dan managemen, sedangkan UKM untuk mengembangkan potensi mahasiswa melalui kegiatan di bidang olahraga, seni, penalaran, dan minat khusus (pramuka, KSR PMI, resimen mahasiswa, pecinta alam). Melalui kegiatan penalaran mahasiswa akan berlatih bagaimana berfikir dan bernalar secara kritis; melalui kegiatan olahraga akan tertanam nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerjasama team, menghargai waktu, dan pantang menyerah; melalui kegiatan seni diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai harmoni dan pengendalian emosi. Nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan ekstrakurikuler tersebut diharapkan dapat tumbuh dan berkembang seiring dengan intensitas kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa selama belajar di kampus. Kegiatan-kegiatan kemahasiswaan tersebut diharapkan mampu mengembangkan potensi mahasiswa menjadi kemampuan-kemampuan keilmuan, seni, olahraga maupun minat khusus yang lain. Kegiatan melalui jalur kokurikuler dan ekstra kurikuler tersebut harus didukung melalui jalur kurikuker. Jalur kurikuler ujung tombak pembinaan adalah dosen pengampu mata kuliah serta pengelola jurusan/program studi. Oleh karena itu sangat diharapkan setiap dosen mempunyai komitmen yang sama dalam mengimplementasikan pendidikan karakter ini, dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai karakter kedalam muatan mata kuliah pada setiap tatap muka dengan mahasiswa.
Keberhasilan Pendidikan karakter bagi mahasiswa, tidak hanya tergantung pada perencanaan yang rapi dan kelancaran pelaksanaan program, namun juga tergantung pada keteladanan. Oleh karena itu perlu keteladanan dari unsur pimpinan, dosen, karyawan, yang menjadi tuntunan bagi mahasiswa dalam berperilaku dan bertindak. Berkaitan dengan keteladanan ini Ki Hajar Dewantara telah mewariskan asas-asas pendidikan yang masih relevan sampai kini dan yang akan datang. Asas-asas pendidikan tersebut adalah momong, among, dan ngemong, sehingga tercipta tertib dan damai tanpa paksaan sesuai dengan kodrat alam peserta didik. Kodrat alam ini diwujudkan dalam bersihnya budi yang didapat dari tajamnya angan-angan (cipta), halusnya perasaan (rasa), dan kuatnya kemauan (karsa). Seorang pamong (guru) sebagai pemimpin dalam melaksanakan proses pembelajaran tanpa paksaan melalui asas ing ngarsa sung tuladha, di depan murid-muridnya guru memberikan tauladan, ing madya mangun karsa, di tengah murid-muridnya memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mau belajar keras menggali ilmu, baik melalui pembahasan tugas-tugas, pekerjaan rumah, studi kasus, dan lainnya, serta tut wuri handayani, di belakang memberikan bantuan, dorongan (empowerment), bila peserta didik memerlukan selama proses pembelajaran (student centered active learning).
E. UPAYA IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KARAKTER MAHASISWA
Pembinaan kemahasiswaan melalui berbagai kegiatan diharapkan dapat menghasilkan sosok mahasiswa yang
(1) cerdas komprehensif (cerdas spiritual, emosional/sosial, intelektual, dan kinestetik),
(2) memiliki kemauan dan kemampuan untuk berkompetisi,
(3) memiliki kemampuan untuk menuangkan daya kreasi,
(4) mampu untuk menangkap ide-ide dosen dan perkembangan lingkungan,
(5) tanggap dan memiliki sensitivitas terhadap realita kehidupan di masyarakat , dan
(6) mendapatkan kesempatan untuk menggunakan fasilitas-fasilitas dan membangun jaringan baik di dalam dan di luar kampus.
Untuk mewujudkan harapan-harapan tersebut diperlukan upaya-upaya untuk mencapainya.
1. Mengembangkan kurikulum bersifat holistik yang dapat mengembangkan kompetensi mahasiswa pada ranah
(a) kecerdasan spiritual yang diorientasikan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa di bidang keimanan dan akhlakul-karimah (akhlak mulia),
(b) kecerdasan emosional dan Sosial yang diorientasikan untuk meningkatkan sensitivitas terhadap permasalahan sosial yang berkembang di masyarakat,
(c) kecerdasan kinestetik, dimaksudkan untuk meningkatkan kebugaran, kesehatan, keterampilan, dan kedayatahanan mahasiswa dalam meningkatkan daya saing bangsa,
(d) kecerdasan intelektual, dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa melalui kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstra kurikuler sesuai dengan potensinya.
2. Intensitas kegiatan mahasiswa melalui jalur kokurikuler dan ekstrakurikuler dalam rangka pengembangan; (a) penalaran keilmuan dan kreativitas mahasiswa melalui kegiatan seminar akademik, penelitian, penulisan karya ilmiah, (b) minat dan bakat seni melalui unit-unit kegiatan mahasiswa olah suara, music, karawitan, tari, teater, (c) minat dan bakat olahraga untuk menjaga kebugaran jasmani, pembinaan dan peningkatan prestasi sesuai dengan minat dan potensi di bidang olahraga.
3. Memberikan akses kepada mahasiswa untuk melakukan pendalaman pengetahuan dan penghayatan sesuai dengan keyakinan yang dianutnya melalui tutorial pendidikan agama, diskusi-diskusi keagamaan, bedah buku keagamaan, dsb.
4. Memberikan apresiasi terhadap keberhasilan mahasiswa baik di bidang akademik maupun non akademik, sebagai wujud komitmen lembaga dalam usaha pencapaian visi menghasilkan lulusan yang bernurani, mandiri, dan cendekia.
5. Mendorong mahasiswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimilikinya dan berusaha mencapai prestasi yang maksimal. Untuk itu mahasiswa harus
(a) membuat goal yang jelas dalam membentuk karakter (ingin dicitrakan sebagai apa?),
(b) aktif berinteraksi dan berpartisipasi dalam kegiatan kemahasiswaan yang berfokus pada pembentukan karakter,
(c) memiliki role model orang sukses, pelajari outobiografinya dan tiru kebiasaan menuju hidup sukses,
(d) rajin membaca buku yang bermuatan pengembangan kepribadian dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari (cara berkomunikasi, saling menghargai, disiplin, komitmen, bertanggungjawab dan senantiasa jujur),
(e) aktif dalam proses pembelajaran sebagai pembelajar yang partisipatif dan dapat menggunakan sumber belajar multi dimensi
Melalui upaya-upaya tersebut diharapkan lulusan UNY akan menjadi manusia yang tangguh, yaitu lulusan yang mempunyai kemampuan untuk dapat mengendalikan diri, berlaku sabar, tahan uji dengan penuh kesabaran, dan selalu bersyukur atas nikmat yang diterimanya, merupakan wujud dari karakter manusia yang tangguh. Karakter manusia yang tangguh sangat diperlukan bagi pembangunan bangsa. Bangsa yang mempunyai karakter tangguh tercermin pada moral, etika dan budi pekerti yang baik, serta mempunyai semangat, tekad dan energi yang kuat, dengan pikiran positif dan sikap yang optimis, serta dipenuhi rasa persatuan dan kebersamaan yang tinggi. UNY sebagai icon pendidikan karakter di perguruan tinggi, diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang mempunyai karakter yang tangguh, mempunyai bekal kemampuan akademik yang tinggi, pribadi yang kuat, ulet, mandiri, kreatif, dan mempunyai kemampuan managerial dan kepemimpinan.
Daftar Pustaka
Buku saku Mahasiswa Etika Tata Tertib Mahasiswa Tahun 2008. Yogyakarta. Bagian Kemahasiwaan UNY
Direktorat Kelembagaan, Ditjen Dikti Depdiknas. (2006). POLBANGMAWA (Pola Pengembangan Kemahasiwaan). Jakarta.
Hadiwaratama. (2002). “Pendidikan Kejuruan, Investasi Membangun Manusia Produktif”.
Herminarto Sofyan. (2008). Optmalisasi Pembelajaran Berbasis Kompetensi pada pendidikan Teknik Otomotip. Pidato pengukuhan Guru Besar pada Rapat Senat terbuka UNY, 16 Februari 2008.
Informasi Kegiatan Kemahasiswaan UNY 2005
Kepmendiknas No 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) di Perguruan Tinggi
Keputusan Dirjen Pendidikan Tibggi No 26/Dikti/Kep/2002, tentang Pelarangan Organisasi Ekstra Kampus atau Partai Politik dalam Kehidupan Kampus.
Muhammad Anis Matta. (2002). Membentuk Karakter Cara Islam. Jakarta: Al-I’tishom.
Pedoman implementasi pendidikan karakter dan pengembangan kultur UNY tahun 2010,
Senge, Peter. (2000). Schools that learn: A fifth discipline field books for educators, parents, and everyone who cares about education. New York: Doubleday.
Stolp, Stephen & Smith, Stuart C. (1975). Transforming school culture: Stories, symbols, values and leaders’ role. Eugene, OR: ERIC, Clearinghouse on Educational Management University of Oregon.
UU RI No 2 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
CINTAI ILMU KARNANYA KAMU AKAN DICINTAI JUGA
Ilmu merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan ini, setiap waktu manusia membutuhkan ilmu untuk menjalani hidupnya, sebagaimana perkataan Imam Ahmad Bin Hambal “Manusia sangat berhajat pada ilmu lebih daripada hajat mereka pada makanan dan minuman, karena manusia berhajat pada makanan dan minuman sehari sekali atau dua kali akan tetapi manusia berhajat pada ilmu sebanyak bilangan nafasnya”. Keutamaan ilmu sangatlah banyak, bahkan Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya Buah Ilmu menguraikan sampai 129 sisi keutamaan ilmu, diantara keutamaan ilmu yaitu :
1. Setiap Muslim Wajib Menuntut Ilmu
Telah bersabda Rasulullah SAW “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (HR. Ibnu Majah, Baihaqi, dll) Hadits Shahih ini menjelaskan dengan tegas kewajiban menuntut ilmu bagi setiap muslim yang telah baligh. Ilmu yang dimaksud disini ialah ilmu din (ilmu agama), ilmu-ilmu agama yang wajib dituntut oleh setiap muslim yaitu ilmu aqidah, ibadah, pengetahuan tentang halal dan haram, akhlak dan hal-hal yang berkaitan dengan apa saja yang dia kerjakan di dunia ini. Ilmu inilah yang diminta oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam do’
No. 3843).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Risalah Nabi meliputi dua hal yaitu ilmu yang bermanfaat dan amal shalih, sebagaimana terdapat dalam firman Allah: “Dialah Allah yang telah mengutus rasul-Nya (dengan membawa) al Huda (petunjuk) dan dienul haq (agama yang benar) untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya” (at Taubah:33). Al Huda pada ayat di atas ialah ilmu yang bermanfaat sedangkan Dienul Haq ialah amal shalih yang terdiri dari ikhlas karena Allah dan ittiba’ kepada Rasulullah. Dengan ilmu inilah bakal tegak dienullah baik secara keyakinan, perkataan maupun perbuatan.
2. Menuntut Ilmu Merupakan Ibadah
Menuntut ilmu adalah ibadah, bahkan merupakan Ibadah yang paling agung dan paling utama, sehingga Allah menjadikannya sebagai bagian dari jihad fisabilillah, sebagaimana firmanNya dalam surat At Taubah 122. Rosulullah bersabda “Barang siapa keluar dalam rangka thalabul ilmu (mencari ilmu), maka dia berada dalam sabilillah hingga kembali.” (HR. Tirmizi). Imam Ahmad berkata : “Ilmu itu sesuatu yang tiada bandingnya bagi orang yang niatnya benar”. Bagaimanakah benarnya niat itu wahai Abu Abdillah?” tanya orang-orang kepada beliau. Maka beliau menjawab “yaitu berniat untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya dan orang lain”.
3. Ilmu Merupakan Syarat Sahnya Amal
Allah memerintahkan manusia agar mencari ilmu atau berilmu sebelum berkata dan beramal. Firman Allah: “Maka ketahuilah bahwa sesung-guhnya tidak ada Illah selain Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu serta bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu” (QS.Muhammad:19). Sehubungan dengan ini Allah memerintahkan Nabi-Nya dengan dua hal yaitu berilmu lalu beramal, atau berilmu sebelum beramal. Hal ini dapat kita lihat dari susunan ayat diatas, yaitu : “Maka ketahuilah bahwa sesung-guhnya tidak ada ilah melainkan Allah…” Ayat ini menunjukkan perintah untuk berilmu. Selanjutnya perintah ini diikuti perintah beramal, yaitu : “…Dan mohonlah ampunan bagi dosamu…” . Dari ayat tersebut dapat diketahui bahwa urutan ilmu mendahului urutan amal. Ilmu merupakan syarat keabsahan perkataan dan perbuatan.
Dalam ayat yang lain Allah berfirman : “Dan janganlah engkau mengucapkan sesuatu yang engkau tidak memiliki ilmu tentangnya. (Karena) sesungguhnya pendengaran dan penglihatan dan hati (akal pikiran) semuanya itu akan ditanya” (Al Israa’ : 36). Dalam tafsirnya Imam Syaukani mengatakan “Sesungguhnya ayat-ayat ini menunjukkan atas tidak bolehnya beramal dengan tanpa ilmu”. Dari sini dapat kita ambil kesimpulan bahwa Islam mewajibkan ilmu terlebih dahulu sebelum berkata dan berbuat. Inilah pendidikan yang sangat tinggi dalam Islam yang mendasari segala sesuatunya dengan ilmu.
Allah Subhanahu Wata’ala juga memerintahkan agar kita bertanya kepada ahli ilmu jika kita tidak mengetahui, sebaimana firmanNya “Tanyalah ahli ilmu jika memang kamu tidak tahu” (An Nahl 43 dan Al Anbiyaa’ 7). Al Imam Ibnul Qoyyim di kitabnya miftahu daaris sa’aadah menafsirkan ahludz dzikri dengan ahli ilmu. Dan dari ayat yang mulia ini Allah SWT mewajibkan dua golongan manusia yaitu Ahli ilmu yang wajib bagi mereka menyebarkan ilmu dan tidak menyembunyikannya serta orang-orang jahil (bodoh) yang wajib bagi mereka bertanya kepada ahli ilmu bukan kepada orang-orang yang jahil (bodoh) juga. Sebagaimana sabda Rasulullah “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan serta merta dari hamba-Nya, akan tetapi Dia mencabut ilmu dengan dicabutnya nyawa para ulama, hingga manakala Dia tidak menyisakan satu orang alimpun (dalam riwayat lain: Hingga manakala tidak tertinggal satu orang alim pun), manusia akan menjadikan pemimpin-pemimpin dari orang-orang yang bodoh, maka tatkala mereka akan ditanya (tentang masalah agama), lalu mereka akan ber-fatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.” (HR Bukhari dalam al Ilmu 1/234 dan Muslim dalam al-Ilmu 16/223).
4. Ilmu merupakan ciri kebaikan seseorang
Dalam sebuah hadits dari Muawiyah Radhiyallahu ‘anhu, Rosulullah bersabda : “Barang siapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan, maka Allah akan pahamkan dia adalam (masalah) din (agama).” (Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari no.71 dan Muslim no. 1037). Hadits ini menunjukkan tentang tanda-tanda Allah hendak memberikan kebaikan pada seorang hamba yaitu dengan memberikan pemahaman dalam masalah agama. Hal itu karena dengan paham tentang masalah agama, maka dirinya akan menyembah Allah dengan ilmu dan juga akan menyeru orang lain dengan ilmu juga.
Dalam hadits lain Rasulullah bersabda : ”Yang terbaik di antara kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya” (HR. Al-Bukhari no. 5027). Imam Ali berkata “nilai seseorang sesuai dengan apa yang dikuasainya”. Imam Syafii mengatakan “Apabila engkau menghendaki dunia hendaklah dengan ilmu, apabila engkau menghendaki akhirat hendaklah dengan ilmu dan apabila engkau menghendaki keduanya hendaklah dengan ilmu”
5. Ilmu yang bermanfaat memiliki pahala yang sangat besar
Rasulullah bersabda : “Apabila seorang manusia meninggal maka terputuslah pahala segala amalannya kecuali dari tiga perkara ; yaitu sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya [HR. Muslim no. 1631]. Dalam hadits lain Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk, maka ia akan mendapatkan pahala sebanyak pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala mereka. Barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan, maka ia akan menanggung dosa sebanyak dosa orang yang mengikutinya itu tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka” (HR. Muslim no. 2674)
6. Ilmu akan mengangkat derajat manusia
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman : “Allah mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu, sedangkan orang-orang yang diberi ilmu (Allah angkat) beberepa derajat ”(Al Mujaadilah 11). Dalam ayat lain Allah berfirman : “Katakanlah!apakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui” (Az Zumar: 9).
7. Ilmu akan memudahkan seseorang masuk surga
Rosulullah bersabda :”Barang siap menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim). Imam Al Bukhari dalam Kitab Shahihnya no. 6412 meriwayatkan bahwa Rosulallah bersabda : “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memasukkan orang tersebut pada salah satu jalan menuju surga. Sesungguhnya malaikat mengatupkan sayapanya karena ridha kepada seluruh penuntut ilmu. Penghuni langit dan bumi, sampai ikan sekalipun yang ada di dalam air memohonkan ampun untuk seorang alim. Keutamaan seorang alim dibandingkan seorang ahli ibadah seperti keutamaan cahaya bulan purnama dibandingkan cahaya bintang-bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, namun mereka tidak mewariskan dinar maupun dirham. Mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambil ilmu tersebut sungguh ia telah mendapatkan bagian yang banyak dari warisan tersebut”
8. Ilmu akan menghidupkan hati
Ibnu Qoyim mengatakan bahwa sesungguhnya hati itu terancam mendapatkan dua penyakit yaitu syubhat dan syahwat, jika hati itu menjangkitinya maka hati mati karenanya. Semua penyakit ini penyebabnya adalah kebodohan dan obatnya adalah ilmu. Di dalam Al Muwaththo karya Imam Malik disebutkan bahwa Lukman berkata kepada anaknya:”Wahai anakku duduklah kamu bersama para ulama dan dekatilah mereka dengan kedua lututmu (bergaul dengan mereka). Maka sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta ‘ala menghidupkan hati-hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana menghidupkan (menyuburkan) bumi dengan hujan yang deras (Kitab Al llmu Fadluhu wa Syarfuhu hal 228)
Oleh karena itu kebutuhan hati manusia terhadap cahaya ilmu merupakan kebutuhan yang mendesak. Sebagaimana kebutuhan bumi terhadap turunnya hujan tatkala terjadi kekeringan dan paceklik. Maka ilmu merupakan mutiara yang sangat berharga bagi setiap muslim. Karena dengan ilmu jiwa jiwa manusia akan hidup dan sebaliknya jiwa-jiwa mereka akan mati apabila tidak dibekali dengan ilmu.
Sebagian orang-orang yang arif berkata “Bukankah orang yang sakit akan mati tatkala tercegah dari makanan , minuman dan obat¬-obatan? maka dijawab “Tentu saja, ” Mereka mengatakan “Demikian pula halnya dengan hati jika terhalang dari ilmu dan hikmah maka akan mati.”
Maka tepat jika dikatakan bahwa ilmu merupakan makanan dan minuman hati, serta penyembuh jiwa. karena kehidupan hati bersandar kepada ilmu. Maka apabila ilmu telah sirna dari hati seseorang berarti hakekatnya dia telah mati. Akan tetapi dia tidak merasakan kematian tersebut. Orang yang hatinya telah mati ibarat seorang pemabuk yang hilang akalnya (disebabkan maksiat yang dia lakukan ) (Kitab Al Ilmu Fadluhu wa Syarfuhu hal 144¬-145).
http://ibenbasyaiban,blogspot.com/
refrensi:
Al Qur'an Al Karim
Tafsir Munir
Kitab Hadist shohihain
Shahih Bhukhori
Shohih Muslim
Ibnu Qayyim al-Jauziyah' fi fadhoilul ilmu
sunnah ibnu majah
Kitab Al Ilmu Fadluhu wa Syarfuhu
Langganan:
Postingan (Atom)




